Dana Rekonstruksi Rp1,9 Triliun Disiapkan Pemerintah Untuk Padagimo

Advertisement

Dana Rekonstruksi Rp1,9 Triliun Disiapkan Pemerintah Untuk Padagimo

infobaru.net
Thursday, October 10, 2019

loading...

(Sumber Foto) 
Biro Pers, Media dan Informasi (BPMI) Sekretariat Presiden 


Info Baru- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan, pemerintahan melalui, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan memberikan bantuan hibah pascabencana di Palu, Sulawesi Tengah. Pemerintah, kata dia, menyiapkan anggaran untuk dana stimulan tersebut sebesar Rp1,9 triliun.

"Pertama, selasa kemarin  ditandatangani bantuan hibah daerah dari Kemenkeu kepada 3 bupati dan satu walikota. Senilai Rp1,9 triliun. Dana ini diharapkan dalam waktu 7 hari kerja sudah masuk ke rekening kas daerah, dan selanjutnya akan ditransfer ke rekening perorangan kepada masyarakat," katanya usai bertemu Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (8/10).

Bantuan tersebut akan dialokasi untuk perbaikan rumah berat, sedang dan ringan, dengan biaya yang berbeda-beda. Doni menjelaskan, biaya rumah berat yaitu Rp50 juta, rumah sedang Rp25 juta, dan ringan Rp10 juta.

(Sumber Foto) 
Biro Pers, Media dan Informasi (BPMI) Sekretariat Presiden 


Terkait program relokasi untuk Korban bencana total keseluruhan mencapai 11.643 rumah, relokasi yang kerjakan oleh PUPR berjumlah 8.888 Rumah, bantuan dari AA Center Sebanyak 75 unit rumah serta bantuan dari Maypada Fondation sebanyak 100 unit rumah dan bantuan dari Budha Tzutchi 2500 unit rumah yang saat ini sedang dikerjakan.jelas Doni

Khusus untuk relokasi Doni menjelaskan; saat ini masih ada sedikt persoalan, namun atas perintah bapak Wapres untuk segera menuntaskas terkait kebutuhan tanah dan kerungan tanah sekitar 15 Hektar, semoga peraoalan ini bisa segera diselesaikan. Ungkap Doni Monardo.

Saat Konfrensi Pers Doni pun menghimbau kepada seluruh masyarakat indonesia untuk tidak menerima informasi salah ataupun informasi yang tidak benar terkait isu kebencanaan, Saat ini belum ada satupun teknologi, lembaga bahkan negara yang bisa memprediksi kapan akan terjadi gempa dan tsunami, iapun mengajak seluruh perangkat terkait baik pusat maupun daerah untuk berusaha semampu mungkin untuk memberikan informasi yang benar agar masyarakat tak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak benar. Tutupnya.

Cuplikan Konfrensi Pers Kepala BNPB: Sumber: Biro Pers, Media dan Informasi (BPMI) Sekretariat Presiden 



Pembaca
Loading...