Dua Perempuan Unsur Pimpinan DPRD Sulteng, Momen Kebangkitan Perempuan -->

Advertisement

Dua Perempuan Unsur Pimpinan DPRD Sulteng, Momen Kebangkitan Perempuan

infobaru.net
Thursday, October 17, 2019

loading...

Pelantikan Unsur Pimpinan DPRD Sulteng (Foto:Adhe, Humas Pemrov Sulteng)


Unsur pimpinan definitif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) periode 2019-2024 resmi dilantik.
Ke empat orang unsur pimpinan tersebut diambil sumpahnya  oleh Ketua Pengadilan Tinggi Sulteng, pada Rabu (16/10/2019) di Ruang Sidang Utama DPRD Sulteng sekitar pukul 11.00 Wita.

Empat orang Unsur Pimpinan DPRD Sulteng Diantaranya dijabat oleh dua orang Perempuan yaitu Politisi Nasdem Nilam Sari  Menjabat Ketua, Nilam Sari merupakan sosok pendatang baru yang mampu merah sempati suara rakyat hingga mengantarnya menjadi anggota DPRD Sulteng dan menduduki Posisi Ketua. Sealain itu  Politisi Gerindra yang juga merupakan tokoh perempuan Sulteng Zalzulmida A Djanggola meduduki Wakil Ketua II, sosok Zalzulmida tidaklah asing ia merupakan Incambent dimana pada periode sebelumnya menjabat selaku ketua Komisi IV di DPRD Sulteng, di Dunia Pendidikan Sulteng,  Zalzulmida memiliki andil besar terhadap dunia Pendidikan anak di Sulteng, ia merupakan penggagas Gerakan Kembali ke Sekolah (GKS) 1.000 anak harapan bangsa Sulawesi Tengah, Gerakan yang dicetuskan Zalzulmida Djanggola tersebut sebagai upaya mengembalikan anak-anak putus sekolah ke sekolah.

Adapun Wakil Ketua DPRD Sulteng yang lainnya ialah Dua orang Lelaki yaitu Politisi Golkar, Arus Abdul Karim Ketua I dan Politisi PDIP Muharram Nurdin Wakil Ketua III.
Pelantikan unsur Pimpinam DPRD Sulteng tersebut sesuai keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 161.72/5360/2019 tentang Peresmian Pengangkatan Pimpinan DPRD Provinsi Sulawesi Tengah.

Terpilihnya perempuan menduduki jabatan unsur pimpinan DPR pada dasarnya dimaknai sebagai bentuk pencapaian akan keadilan sosial dan kesetaraan gender. Tetapi saat ini yang menjadi titik perdebatan adalah apakah dengan hadirnya perempuan dalam proses pengambilan keputusan akan mampu benar-benar mempengaruhi kebijakan yang dibuat atau tidak, apakah perempuan dapat bersaing dengan lelaki di kontestasi politik. Namun pemaknaan Image untuk mengejar pencapaian kesetaraan gender tersebut dan wanita sulit bersaing dikontestasi politik pun terpatahkan. Saat ini, citra politikus perempuan patut diperhitungkan dimana fakta saat ini  kursi Ketua DPR-RI dijabat oleh seorang perempuan yaitu poltisi PDI-P Puan Maharani begitupun di Sulawesi Tengah, unsur pimpinan DPRD Sulteng juga di isi dua orang politisi perempuan.
Selain dua nama Politisi perempuan unsur pimpinan DPRD sulteng tersebut, ada juga nama Politisi Perempuan berasal dari Partai Gerindra, langkahnya terbilang mulus menduduki kursi Legislatif yaitu Winiar Hidayat Lamakarate, dimana Winiar Hidayat dikenal aktif diberbagai organisasi  perempuan.

Terlepas dari hal tersebut Selama ini perempuan lebih banyak melakukan partisipasi politik melalui new social movements atau berkumpul dengan kelompok kepentingan masing-masing. Tujuan utama gerakan tersebut adalah untuk mempengaruhi kebijakan pemerintah agar lebih berpihak terhadap kaum perempuan. Ikatan aksi solidaritas antar perempuan adalah sebuah bentuk perjuangan dan  perlawanan terhadap pemerintah yang kurang peka terhadap hak-hak perempuan.

Dengan duduknya dua politisi Perempuan pada unsur pimpinan DPRD Sulteng dan beberapa nama perempuan di Legislatif Sulteng bisa jadi merupakan momen bangkitnya  kaum perempuan sulawesi Tengah, selain itu, inipun bisa menjadi simbol bangkitnya Sulteng pasca bencana, dan di sisi lain tentunya banyak harapan yang ingin dicapai Politisi Perempuan, selain memperjuangkan hak-hak perempuan namun juga memperjuangkan hak hak pendidikan anak, yang lebih terpenting saat ini ialah bagaimana memperjuangkan hak-hak masyarakat di bidang sosial dan ekonomi pasca Bencana Di Sulawesi tengah.


Pembaca
Loading...